Tuesday, March 8, 2016

First Impression !!

Hari ini gak tau mau post apa. Lagi gak mood belajar untuk UTS dan sebagainya, sumpah mono banget hari ini :(((  Kayaknya tiap hari emang mono kali ya, gak tau juga. Hidupku gitu-gitu aja. Mungkin untuk hari ini akan bahas hal-hal yang terlintas di pikiran aja walaupun random.

Kebetulan kemarin baru baca novel yang bikin baper. Jarang-jarang baper. Mungkin bisa dibilang itu novel yang lagi hits sekarang. Atau hitsnya tahun kemarin cuma aku aja yang baru baca sekarang. Udah ketinggalan kayaknya, tapi gak terlalu juga karena katanya buku ketiga nya bakalan keluar. YAY!!!! Should I mention the title? I have to I guess. "Dilan 1990" dan "Dilan 1991". Walaupun itu bukan judul yang tertera di cover nya, pasti semua juga udah pada tau buku mana yang aku maksud.

Tahu buku ini udah dari tahun lalu, tapi gak niat baca karna aku ngira ini sejenis novel romance picisan, cinta monyet, teenlit dan sejenisnya. Kalau aku bilang sih FTV yang di jadiin buku. Itu dulu, aku kira cerita bakalan gitu. TAPI. Ada tapinya. Teman aku bilang kalau tokoh yang di novel itu nyata, exist, masih hidup walaupun udah sekita 40-an umurnya dan itu yang bikin aku tertarik untuk membacanya.

Masalahnya adalah aku baca ni novel beberapa hari sebelum ujian. Awalnya online karna yang buku pertamanya udah tersebar secara online. Cuma 75% cerita dari buku asli yang tersebar online. Gak sabar baca lanjutannya, langsung beli deh kedua bukunya biar sekalian tamat. Setelah selesai baca, aku gak suka dengan ending nya. Gak bisa diubah juga kali ya, karna itu kisah nyata dan udah berlalu 20 tahun lebih. Cuma aku heran, pasti lah ya Dilan (tokoh utama cowok) nya baca tu novel, gimana itu perasaannya setelah baca buku tentang dia. Yang buat juga orang yang pernah dekat dengan si Dilan. Milea namanya (tokoh utama cewek).

Novel ini memberikan beberapa pelajaran yang bagus bagi anak remaja masa kini, mungkin untuk semua kalangan umur juga. Dont judge the book by its cover. Walaupun Dilan anak geng motor dan biasa dipanggil pahlawan tempur di sekolahnya dulu, tapi dia baik, sopan, menghormati pendapat dan pandangan orang lain baik terhadap dirinya atau ke hal lainnya. Yang paling aku suka dari sikap Dilan adalah cara dia memperlakukan Milea dengan caranya sendiri, yang mungkin jarang orang pada umumnya lakukan. Kau tak kan percaya dengan gaya bahasanya yang kaku mengucapkan kata-kata yang membuat Milea merasa dia diperhatikan dan di nomor satukan

Beberapa kata-kata dari Dilan untuk Milea yang aku :
"Jangan pernah bilang ke aku kalau ada yang menyakitimu. Nanti besok, orang itu akan hilang" (Dilan 1990)
"Jangan marah jika aku tidak memerhatikanmu. Karena aku sibuk memerhatikan lingkunganmu"
(Dilan 1990)


No comments:

Post a Comment